Monday, September 13, 2010

Sepatu merek Dr. Martens yang melegenda



Alas kaki asal Inggris ini sempat menjadi tren di kalangan anak muda Indonesia di medio sekitar 90-an. Model yang paling populer kala itu adalah jenis bot. Dr. Martens mulai dikenal berkat banyaknya seleb dunia yang juga menggunakan sepatu merek ini. Di Indonesia sebelum ada toko khusus yang menjual sepatu ini didapatkan dari kerabat yang bepergian ke luar negeri yang membawanya sebagai oleh-oleh.



Di situlah letak keeksklusifan merek sepatu ini. Maklum, pada tahun 90-an, pusat perbelanjaan masih belum sebanyak seperti saat sekarang ini. Seingat saya, toko yang menjual sepatu merek ini sangat terbatas. Salah satunya di Plaza Indonesia yang memang dibangun untuk mengakomodasi keinginan berbelanja warga Indonesia yang gemar memakai produksi luar negeri. Di kalangan pecintanya, sepatu ini lebih dikenal dengan sebutan sepatu Dokmart.


Meskipun sepatu Dr. Martens dikenal berasal dari Inggris, sebenarnya sepatu ini pertama kali muncul di Jerman. Dr. Klaus Mäertens menemukan sol dengan bantalan udara yang terkenal itu dengan harapan untuk memperbaiki sepatu standar tentara-tentara Jerman selama Perang Dunia II. Maertens kemudian menjual hak paten untuk penemuan sol sepatunya ke sebuah pabrik sepatu Inggris pada tahun 1959. Setahun kemudian, pada 1 April 1960, setelah menambahkan jahitan kuning klasik dan label «AirWair» pada sepatu itu, sepasang sepatu pertama Dr. Martens muncul di London. 
Sepatu bot dengan warna merah Cherry yang mempunyai delapan lubang untuk tali sepatu dengan cepat menjadi populer di kalangan pekerja Inggris. Mereka itu adalah tukang pos, para buruh pabrik dan polisi.




Di akhir tahun 1960-an, skinheads mulai memakai Dr. Martens sebagai atribut kostum mereka sementara akhir tahun 1970-an Dr. Martens menjadi ikon dari gaya musik punk. Bot sangat cocok dengan budaya punk, gabungan antara pemberontakan dan perwujudan dari kelas buruh. Tidak mengherankan sepatu yang pada mulanya dibuat untuk para prajurit Jerman tahun 1940 telah menjadi populer di kalangan skinheads.

Hingga akhirnya pada tahun 1980, demam sepatu Dr. Martens mulai mewabah ke Amerika dan makin populer lagi sejak dipakai oleh banyak bintang rock. Seiring dengan mulai menjamurnya musik grunge di Seattle.


Eddie Vedder, vokalis Pear Jam misalnya. Tidak terpisahkan dengan sepatu bot Dr. Martens. Bahkan hingga menjadi sampul album "Ten" yang dirilis di tahun 1991.



Industri film pun tak luput dari wabah Martens. Ini terbukti dengan dipakainya sepatu itu dalam film "Single" yang dibintangi oleh Bridget Fonda dan Matt Dillon di tahun 1992.


Apakah wabah Marteners hanya berhenti di musik rock dan film saja?? Tunggu dulu.
Di dunia rap/hip hop, Dr. Martens juga menjadi pilihan alas kaki oleh Will Smith.


Tahun 1993 merupakan tahunnya Dr. Martens. Bagaimana tidak? Selain merayakan ulang tahunnya yang ke-33, kiprahnya dalam dunia fashion internasional telah menjadi ikon dari sekedar asesoris yang dipakai oleh skinheads dan punkers. Tercatat selebritis seperti Justin Timberlake, Christina Aguilera, Britney Spears, Carrie Bradshaw, Uma Thurman dalam film "The Truth About Cats & Dogs" di tahun 1998, Kate Winslet dan Ryan Gosling juga memakai bot Martens dengan bangga.




No comments:

Post a Comment

Post a Comment